Oleh: Andi Mikoyanto, S.Sos.I
Penyuluh Agama Islam
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Potensi dan permasalahan Lembaga Dakwah di Era Globalisasi sangatlah besar dan kompleks.
A. Dalil dari Al-qur’an dan Al Hadits :
Al-Baqarah 213:
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (213)
Artinya: “Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
Ali Imran: 103
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103)
Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Ali Imran: 110
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (110)
Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Al-Maidah: 2
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا ءَامِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (2)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
Al-Hujurat: 10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10)
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
Al-Hujurat: 13
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13)
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
مَثَلُ الْمُؤْمِنيْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عَضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرِ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَى (رواه مسلم و احمد)
Artinya: “perumpamaan orang-orang mukmin di dalam saling cinta mencintai, sayang menyayangi dan kasih mengasihinya, bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya terserang sakit, maka seluruhnya anggota turut merasakan sakit” (HR. Muslim dan Ahmad)
وَلاَ تَبَا غَضُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ تَقَاطَعُوا وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ اِخْوَاناً وَلاَ يَحِلُّ الْمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ اَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ (متفق عليه)
Artinya: “janganlah kalian saling marah-marahan, dengki-mendengki, saling bertolak belakang dan saling memutuskan (tali silaturrahmi). Akan tetapi jadilah kalian sebagai hamba –hamba yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memboikot (mendiamkan) saudaranya lebih dari tiga hari.”
B. Pengertian Lembaga Dakwah
Berdasarkan surat keputusan menteri agama no. 6 tahun 1979 tentang susunan organisasi departemen agama, lembaga dakwah dimaksudkan semua organisasi Islam baik yang sifatnya lokal, berlevel daerah atau nasional. Secara terperinci, dalam keputusan menteri agama tersebut, akan dijelaskan bahwa lembaga dakwah meliputi 4 (empat kelompok organisasi, yaitu:
a. Badan-badan dakwah
b. Majlis-majlis ta’lim
c. Pengajian-pengajian
d. Organisasi kemakmuran masjid dan mushalla
a. Badan Dakwah
Badan dakwah adalah organisasi Islam yang bersifat umum, yang memungkinkan melaksanakan berbagai kegiatan seperti masalah pendidikan, ekonomi, keterampilan, sosial dan lain-lain. Organisasi ini, yang selama ini sering disebut organisasi Islam, beraneka ragam. Dari segi kelahirannya, banyak yang sudah berumur cukup tua seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, Nahdhatul Ulama, tetapi terdapat pula yang cukup muda seperti Majelis Dakwah Islamiyah.
Mengingat luasnya badan-badan dakwah ini, kita membaginya dalam 5 (lima) tipe, yaitu:
1) Badan dakwah induk seperti Muhammadiyah, Syarikat Islam, al-Irsyad, PERSIS, Nahdhatul Ulama, Majelis Dakwah Islam GUPPI, as-Syafi’iyyah, at-Thahiriyah dan al-Khairat di Palu.
2) Badan dakwah wanita seperti Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, dll.
3) Badan dakwah pemuda, mahasiswa dan pelajar seperti, PMII, HMI, Pemuda ANSOR, Pemuda Muhammadiyah, dsb
4) Badan dakwah khusus
5) Badan dakwah remaja masjid
b. Majlis Ta’lim
Majlis ta’lim adalah organisasi penyelenggara pendidikan non formal di bidang agama Islam untuk orang dewasa. Di beberapa propinsi/daerah kegiatan ini diberi nama pengajian. Kelompok ini jumlahnya sangat besar di tiap Kab/kota.
c. Pengajian
Dengan pengajian, dimaksudkan adalah organisasi umat Islam yang mengelola pengajian, yakni pendidikan non formal bidang agama Islam untuk anak-anak. Pengajian, biasa diadakan di rumah-rumah atau di masjid-masjid.
d. Organisasi kemakmuran masjid dan mushalla
Dimaksudkan, ialah organisasi yang dibentuk untuk mengelola masjid atau mushalla dan melaksanakan berbagai kegiatan di dalam masjid atau mushalla seperti pendidikan perpustakaan, kesehatan dan koperasi. Diperkirakan bahwa untuk tiap masjid atau mushalla akan ada organisasi yang mengelolanya.
C. Potensi Lembaga Dakwah
Ada beberapa potensi yang rasional bagi lembaga dakwah untuk dapat mengembangkan agama Islam, memajukan umat dan keikutsertaannya mensukseskan pembangunan nasional.
Potensi-potensi tersebut antara lain:
1. Jumlah yang banyak dan merata
Perkembangan Lembaga dakwah sangat pesat dan hampir merata di wilayah Indonesia.
2. Tradisi amal yang lama
Lembaga dakwah, seperti badan-badan dakwah dan organisasi Islam lainnya mempunyai tradisi amal yang panjang. Amal, walaupun kadang-kadang diartikan secara sederhana tetapi menjadi ciri yang melekat dengan keberagaman, karena memang pada dasarnya agama Islam adalah agama yang menekankan pada amal.
Lahirnya ratusan ribu masjid, mushalla, madrasah, pesantren, rumah yatim dan semacamnya disebabkan oleh dorongan beramal dari berbagai lembaga dakwah.
3. Bekerja tanpa pamrih
Sejalan dengan tradisi amal, umumnya kegiatan-kegiatan itu dilakukan tanpa pamrih materiil, selain mencari ridlo Allah SWT. Dimasa lalu, konsep “amal” diartikan sebagai bekerja yang tidak mencari bayaran.
Dewasa ini, pengertian tanpa pamrih seperti ini, umumnya hanya terjadi di desa-desa. Sedangkan di kota-kota, pengertian ini sudah mulai agak bergeser, walaupun tidak sampai tingkat sebaliknya. Misalnya hanya bekerja apabila ada upah yang nyata, belum menjadi tradisi yang nyata.
4. Pengikut yang besar dan merata
Pengertian lembaga dakwah seperti diatas, dilihat dari segi pesertanya berarti bahwa lembaga dakwah mencakup semua umat Islam di seluruh Indonesia, yang hampir 90 % dari penduduk Indonesia. Secara geografis, mereka terdapat di 33 propinsi di seluruh tanah air dengan kedudukan mayoritas Islam lebih 25 propinsi.
Peserta atau anggota lembaga dakwah dengan demikian tidak hanya di kota atau wilayah tertentu, tetapi merata di mana-mana dan hampir identik dengan bangsa Indonesia sendiri.
5. Sistem nilai yang unggul
Ajaran agama Islam yang merupakan dasar motivasi utama dari lembaga-lembaga dakwah ini, terutama pada level individual, sungguh suatu ajaran yang unggul, ajaran Islam tidak hanya mencakup sistem kepercayaan dan ibadah, tetapi juga mewajibkan umatnya untuk berilmu, beramal, berkeadilan sosial, menolong yang lemah, bermusyawarah, berakhlaq dan selalu mendorong kebaikan dan menjauhi kejahatan.
D. Permasalahan Lembaga Dakwah
Lembaga dakwah, dengan keempat tipologinya diatas, selain beraneka ragam juga mempunyai berbagai kelemahan dan permasalahan. Kelemahan ini ada yang bersifat intern, tetapi juga bersifat ekstern, yaitu dalam arti hubungannya dengan pihak lain.
Tingkat kelemahan bermacam-macam, juga tergantung dari tipe lembaga dakwah. Badan-badan dakwah, dari segi organisasi sudah teratur dan rapi. Sebaliknya, banyak lembaga dakwah dari tipe lainnya sudah lebih jelas sasaran kegiatannya.
Permasalahan-permasalahan yang menonjol antara lain:
1. Keorganisasian
Bagi badan dakwah, masalah keorganisasian menyangkut dua hal. Pertama, permasalahan penyesuaian AD/ART, kedua, menyangkut peningkatan efektifitas organisasi untuk mencapai tujuan. Sebagian besar organisasi Islam belum terdaftar baik pada tingkat pusat maupun daerah. Efektifitas organisasi menjadi masalah, oleh karena umumnya organisasi-organisasi Islam tidak dikelola secara profesional, padahal sebagian besar pengurus organisasi merangkap jabatan pada organisasi atau pekerjaan lain.
Bagi lembaga dakwah tipe lainnya seperti majelis ta’lim, pengajian dan kemakmuran masjid/mushalla, masalah keorganisasian lebih musykil lagi. Hanya sedikit saja dari kelompok-kelompok ini yang sudah mempunyai organisasi yang rapi, apalagi dengan memiliki AD/ART dan program yang jelas.
2. Kelengkapan tenaga ahli
Berbagai keahlian yang diperlukan dalam tugas-tugas dakwah di masa modern amat langka di lingkungan lembaga dakwah. Apakah ahli administrasi, perencanaan, pengendalian kegiatan dan lain-lain. Demikian juga ahli-ahli yang menguasai teknik komunikasi massa serta yang mampu mengadakan evaluasi atas segala permasalahan dan kemajuan yang dicapai.
3. Kelangkaan informasi
Informasi yang aktual tentang permasalahan lingkungan dakwah masih belum cukup menjangkau para pimpinan lembaga dakwah. Walaupun berbagai media massa seperti radio, televisi, internet, film, surat kabar dan majalah berkembang luas, oleh berbagai sebab, media ini belum cukup menjangkau lapisan yang luas dari pimpinan-pimpinan lembaga dakwah. Sehingga akibatnya acap kali sesuatu kegiatan dakwah tidak cukup komunikatif dengan sasarannya.
4. Masalah metodologi
Metodologi dakwah yang mutakhir tidak banyak dikembangkan kecuali cara-cara yang konvensional. Pada jumlah yang sangat besar, metode dakwah belum banyak bergerak dari cara-cara pidato/tabligh secara massal di depan jumlah orang yang besar. Pendekatan individual dan penggunaan teknologi modern, sistem manajemen dan evaluasi yang tuntas amat jarang di lingkungan agama Islam.
5. Masalah komunikasi dan kepemimpinan
Komunikasi antar pimpinan dengan anggota secara timbal balik yang tumbuh atas dasar sikap budaya demokratis belum meluas. Demikian juga masalah kepemimpinan di antara berbagai organisasi/lembaga dakwah belum mencapai tingkat yang seharusnya. Kepemimpinan tradisional yang mengandalkan charisma masih lebih banyak berkembang dan berakibat kurang dinamisnya lingkungan dakwah.
Demikian, singkat, mudah-mudahan bermanfaat. Ada kurang lebihnya mohon maaf. Mudah-mudahan bisa berjumpa kembali pada kesempatan yang lain, Insya Allah. Sekian terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Blog ini berisi kegiatan seputar pekerjaan, artikel, khutbah Jum'at, bisnis dll Semoga Bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label Seksi Penamas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksi Penamas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Juni 2010
Tantangan Penyuluh Agama
Dalam penyuluhan Agama seorang Penyuluh Agama pada masa sekarang ini dihadapkan berbagai macam tantangan antara lain proses Globalisasi, Gelombang Demokratisasi, Tuntutan Hak Asasi Manusia, Perusakan lingkungan hidup,Tuntutan penegakan supremasi hukum, Goyahnya benteng Rohaniah Umat dan Penyalahgunaan NAPZA serta penularan Penyakit berbahaya.
1) PROSES GLOBALISASI.
Globalisasi adalah proses tingkat dunia yang berperan serta terhadap pembentukan dan pengembangan sistem-sistem global dipandang dari segi kemasyarakatan.
Pendorong utama terjadinya globalisasi adalah akibat kemajuan pesat dari teknologi komunikasi, informasi dan sibernetik atau tehnologi 3 K ( Komunikasi, Komputer, kendali ) kemajuan Teknologi gabungan ini menuju pada pembentukan jaringan komunikasi global.
Dengan revolusi informasi ini maka batas-batas ruang dan waktu semakin kabur jarak antara satu negara dan negara lain antara satu benua dan benua lain terasa semakin dekat
Dipandang dari segi ekonomis, menurut Hemmer penyebab globalisasi ada 3 :
a. Liberalisasi arus barang dan modal.
b. Bertambahnya Kapasitas produksi di seluruh dunia.
c. Kemajuan teknologi sebagai faktor pendukung penurunan biaya transport dan komunikasi.
Globalisasi adalah merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia agar mendapat dampak yang positif, negara yang bersangkutan pertama-tama harus menupayakan situasi kerangka politis dan hukum, dua hal yang menjadi persyaratan yang tak terhindarkan bagi pembangunan agama yang berhasil.
Globalisasi yang berhasil dan langgeng adalah globalisasi dari bawah yaitu dengan pemberdayaan masyarakat.
2 ) GELOMBANG DEMOKRATISASI
Berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu demos yang berarti rakyat dan eratos yang bermakna kekuatan / kekuasaan.
Demokrasi adalah proses pemberdayaan rakyat dalam mengaktualisasi hak-hak politik dan kedaulatannya guna membangun pemerintah negara.Dimana dalam sistem pemerintahan negara yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan yang sesungguhnya dan berdaulat penuh, lebih jelasnya demokrasi mengijinkan setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam setiap pengambilan keputusan yang dibuat oleh pemerintah.Demokrasi sudah ada sejak zaman dulu kala, dan akhir abad 19 demokrasi sudah berubah menjadi sebuah sistem politik yang dianggap paling sesuai dengan prinsip kebebasan manusia.
Dilihat dari bentuknya demokrasi dapat dibagi menjadi 2 model yaitu :
a. Demokrasi langsung.
b. Demokrasi tidak langsung.
Untuk menghadapi gelombang demokrasi ini yang sangat menentukan adalah kualitas demokrasi disuatu negara, adapun yang harus diperhatikan demokratisasi
adalah yang berjalan pada tahap prosedural belaka, tanpa adanya upaya pendidikan politik dan penegakkan nilai- nilai demokrasi.
Dalam rangka menciptakan masyarakat demokratis ada satu hal yang perlu diingat, yaitu penghargaan terhadap hak asasi manusia ( HAM ) merupakan prasyarat penting bagi terwujutnya demokrasi, prasyarat itu meliputi pengakuan dan penegakkan HAM, Norma bisa ada, tetapi praktek sosial yang berkaitan dengan norma-norma itu yang lebih penting untuk adanya demokrasi yang efektif.
3 ) TUNTUTAN PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA
Pengaruh ajaran Locke dan pemikir yang sealiran dengannya, hak-hak yang sekarang dikenal sebagai hak-hak asasi diartikan sebagai hak-hak subyektif yang telah ada pada para individu, ketika mereka membuat perjanjian sosial untuk membentuk pemerintah, oleh karen itu hak-hak yang tidak dapat diubah oleh kekuasaan dalam negara yang berhak mengubah konstitusi, hak-hak asasi manusia dari waktu ke waktu dapat dilihat dari sejarah pemikiran dan praktek kenegaraan didunia dari waktu ke waktu.
Disamping uraian terdapat pula pendekatan lain tentang sejarah pemikiran, perlindungan dan penghormatan HAM ini, Karel Vasak membagi sejarah perkembangan HAM dalam tiga generasi :
1. Kebebasan ( liberti )
2. Persamaan ( Legallite )
3. Persaudaraan ( Fraternite )
Dengan demikian diketahui, dipahami dan diwujudkannya perlindungan dan penghormatan terhadap HAM, oleh karena itu maka individu / negara yang melanggarnya selalu dikecam dan disalahkan, dan sekarang telah ada peradilan terhadap pelanggaran atas hak asasi manusia baik pada tingkat nasional maupun internasional.
4 ) PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP.
Lingkungan dapat diartikan sebagai suatu tempat yang di dalamnya terdapat makhluk hidup ( organisma ) atau kepentingan organisma itu sendiri, lingkungan hidup bagi organisma tergantung kepada organisma yang bersangkutan, sistem bagi lingkungan hidup itu sendiri disebut ekosistem yaitu suatu komonitas biota atau mahkluk hidup yang berhubungan dengan lingkungan fisiknya, seperti yang berhubungan dengan lingkungan fisiknya, seperti air, matahari, udara, tanah dan bantuan.
Lingkungan alamiah secara keseluruhan memiliki tatanan yang komplek sekaligus mengandung keanekaragaman. Manusia sendiri merupakan bagian dari lingkungan alamiah sehingga memahami tatanan tersebut. Namun manusia dianggap memiliki segala kemampuan secara rata-rata atau sebailiknya mampu mengemnbangkan cara-cara baru untuk penemuan-penemuan, belajar dan berkomunikasi. Dengan demikian manusia dapat berubah lebih cepat dari pada perbuatan mahkluk hidup yang lain, permasalahan-permasalahan muncul sebagai akibat ulah manusia :
1.) Terjadi Erosi.
2.) Pencemaran Udara dan air.
3.) Pemanasan global.
4.) Hujan asam.
5.) Terjadi lubang Ozon.
6.) Menciutnya keragaman hayati.
7.) Merosotnya kualitas tanah serta hutan.
5.) TUNTUTAN PENEGAKKAN SUPREMASI HUKUM
Di bidang hukum terjadi perkembangan yang kontroversi, disatu pihak produk materi hukum pembinaan aparatur, sarana dan prasarana hukum menunjukkan
peningkatan, namun dipihak lain tidak diimbangi dengan peningkatan integritas moral dan profesionalisme aparatur hukum, kesadaran hukum, mutu pelayanan serta tidak adanya kepastian dan keadilan sehingga supremasi hukum belum dapat diwujudkan.
Tuntutan penegak supremasi hukum ini merupakan tantangn bagi penyuluh agama, karena sebagai pendidik agama pada masyarakat, para penyuluh agama harus memikul tanggung jawab untuk menciptakan masyarakat patuh hukum, menjunjung hukum dan keadilan yang berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa, oleh karena itu para penyuluh agama sendiri dituntut untuk memahami berbagai permasalahannya, sehingga dalam pelaksanaan penyuluhan agama dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama tidak kehilangan orientasi khususnya dalam upaya menegakkan supremasi hukum ini.
6.) GOYAHNYA BENTENG ROHANIAH UMMAT
Benteng adalah penghalang yang sengaja atau tidak yang dibuat untuk menahan berbagai serangan dan serbuan, dalam pengertian yang terakhir ini lah benteng yang kita maksud dalam forum ini adalah benteng rohaniyah, yang dibina dalam upaya melindungi umat dari berbagai pengaruh negatif dan godaan dunia yang destruktif.
Benteng rohaniyah ini akan tangguh dan kokoh jika dibina dan dijaga serta diperkuat terus menerus dan sebaliknya benteng tersebut akan goyah dan runtuh jika dibiarkan.
8.) PENYALAHGUNAAN NAPZA DAN PENULARAN PENYAKIT BERBAHAYA.
Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya (NAPZA) baik pada tingkat nasional dan internasional merupakan bentuk ancaman yang semakin nyata. Hal ini menuntut perhatian seluruh bangsa di dunia yang lebih sungguh-sungguh melalui kerja sama yang baik pada tingkat bilateral dan regional, maupun tingkat multi lateral.
Hasil pengamatan menunjukkan, sejak awal kejahatan NAPZA bermula dari sekedar tradisi menjadi Komoditas bisnis dengan keuntungan yang berlipat ganda. Penyalahgunaan NAPZA saat ini telah berkembang manjadi kejahatan yang mamapu menembus bidang politik dan ekonomi global. Hal tersebut karena kejahatan NAPZA telah dikemas dalam suatu organisasi yang ketat menjadi suatu sindikat internasional yang bergerak secara terselubung termasuk budi daya ilegal NAPZA dan mata rantai jaringan distribusi peredaran hingga pada praktek-praktek pemutihan uang.
Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia saat ini telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan, karena hal tersebut telah banyak dilakukan oleh para remaja dan pemuda yang sangat potensial bagi pembangunan bahkan anak dibawah umur sekalipun, lebih ironis lagi para sindikat telah masuk area lokasi pendidikan bahkan masuk di Pondok Pesantren.
Dengan demikian, penyalah gunaan NAPZA telah menjadi ancaman yang serius terhadap sendi-sendi kehidupan dan keimanan pribadi dan masyarakat Indonesia, baik bagi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan bangsa dan negara, terlebih secara geografis Indonesia terletak pada aThe Golden Triangle dan The Golden Cresent sangat rawan sebagai daerah transit dan sasaran peredaran NAPZA.
Bahaya NAPZA dapat menggangu pada :
1. Kehidupan Pribadi
2. Kehidupan Keluarga
3. Kehidupan Sosial kemasyarakatan
4. Keselamatan Bangsa dan Negara
Tantangan lain yang dihadapi adalah munculnya berbagai penyakit berbahaya, termasuk penyakit AIDS.
1) PROSES GLOBALISASI.
Globalisasi adalah proses tingkat dunia yang berperan serta terhadap pembentukan dan pengembangan sistem-sistem global dipandang dari segi kemasyarakatan.
Pendorong utama terjadinya globalisasi adalah akibat kemajuan pesat dari teknologi komunikasi, informasi dan sibernetik atau tehnologi 3 K ( Komunikasi, Komputer, kendali ) kemajuan Teknologi gabungan ini menuju pada pembentukan jaringan komunikasi global.
Dengan revolusi informasi ini maka batas-batas ruang dan waktu semakin kabur jarak antara satu negara dan negara lain antara satu benua dan benua lain terasa semakin dekat
Dipandang dari segi ekonomis, menurut Hemmer penyebab globalisasi ada 3 :
a. Liberalisasi arus barang dan modal.
b. Bertambahnya Kapasitas produksi di seluruh dunia.
c. Kemajuan teknologi sebagai faktor pendukung penurunan biaya transport dan komunikasi.
Globalisasi adalah merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia agar mendapat dampak yang positif, negara yang bersangkutan pertama-tama harus menupayakan situasi kerangka politis dan hukum, dua hal yang menjadi persyaratan yang tak terhindarkan bagi pembangunan agama yang berhasil.
Globalisasi yang berhasil dan langgeng adalah globalisasi dari bawah yaitu dengan pemberdayaan masyarakat.
2 ) GELOMBANG DEMOKRATISASI
Berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu demos yang berarti rakyat dan eratos yang bermakna kekuatan / kekuasaan.
Demokrasi adalah proses pemberdayaan rakyat dalam mengaktualisasi hak-hak politik dan kedaulatannya guna membangun pemerintah negara.Dimana dalam sistem pemerintahan negara yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan yang sesungguhnya dan berdaulat penuh, lebih jelasnya demokrasi mengijinkan setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam setiap pengambilan keputusan yang dibuat oleh pemerintah.Demokrasi sudah ada sejak zaman dulu kala, dan akhir abad 19 demokrasi sudah berubah menjadi sebuah sistem politik yang dianggap paling sesuai dengan prinsip kebebasan manusia.
Dilihat dari bentuknya demokrasi dapat dibagi menjadi 2 model yaitu :
a. Demokrasi langsung.
b. Demokrasi tidak langsung.
Untuk menghadapi gelombang demokrasi ini yang sangat menentukan adalah kualitas demokrasi disuatu negara, adapun yang harus diperhatikan demokratisasi
adalah yang berjalan pada tahap prosedural belaka, tanpa adanya upaya pendidikan politik dan penegakkan nilai- nilai demokrasi.
Dalam rangka menciptakan masyarakat demokratis ada satu hal yang perlu diingat, yaitu penghargaan terhadap hak asasi manusia ( HAM ) merupakan prasyarat penting bagi terwujutnya demokrasi, prasyarat itu meliputi pengakuan dan penegakkan HAM, Norma bisa ada, tetapi praktek sosial yang berkaitan dengan norma-norma itu yang lebih penting untuk adanya demokrasi yang efektif.
3 ) TUNTUTAN PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA
Pengaruh ajaran Locke dan pemikir yang sealiran dengannya, hak-hak yang sekarang dikenal sebagai hak-hak asasi diartikan sebagai hak-hak subyektif yang telah ada pada para individu, ketika mereka membuat perjanjian sosial untuk membentuk pemerintah, oleh karen itu hak-hak yang tidak dapat diubah oleh kekuasaan dalam negara yang berhak mengubah konstitusi, hak-hak asasi manusia dari waktu ke waktu dapat dilihat dari sejarah pemikiran dan praktek kenegaraan didunia dari waktu ke waktu.
Disamping uraian terdapat pula pendekatan lain tentang sejarah pemikiran, perlindungan dan penghormatan HAM ini, Karel Vasak membagi sejarah perkembangan HAM dalam tiga generasi :
1. Kebebasan ( liberti )
2. Persamaan ( Legallite )
3. Persaudaraan ( Fraternite )
Dengan demikian diketahui, dipahami dan diwujudkannya perlindungan dan penghormatan terhadap HAM, oleh karena itu maka individu / negara yang melanggarnya selalu dikecam dan disalahkan, dan sekarang telah ada peradilan terhadap pelanggaran atas hak asasi manusia baik pada tingkat nasional maupun internasional.
4 ) PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP.
Lingkungan dapat diartikan sebagai suatu tempat yang di dalamnya terdapat makhluk hidup ( organisma ) atau kepentingan organisma itu sendiri, lingkungan hidup bagi organisma tergantung kepada organisma yang bersangkutan, sistem bagi lingkungan hidup itu sendiri disebut ekosistem yaitu suatu komonitas biota atau mahkluk hidup yang berhubungan dengan lingkungan fisiknya, seperti yang berhubungan dengan lingkungan fisiknya, seperti air, matahari, udara, tanah dan bantuan.
Lingkungan alamiah secara keseluruhan memiliki tatanan yang komplek sekaligus mengandung keanekaragaman. Manusia sendiri merupakan bagian dari lingkungan alamiah sehingga memahami tatanan tersebut. Namun manusia dianggap memiliki segala kemampuan secara rata-rata atau sebailiknya mampu mengemnbangkan cara-cara baru untuk penemuan-penemuan, belajar dan berkomunikasi. Dengan demikian manusia dapat berubah lebih cepat dari pada perbuatan mahkluk hidup yang lain, permasalahan-permasalahan muncul sebagai akibat ulah manusia :
1.) Terjadi Erosi.
2.) Pencemaran Udara dan air.
3.) Pemanasan global.
4.) Hujan asam.
5.) Terjadi lubang Ozon.
6.) Menciutnya keragaman hayati.
7.) Merosotnya kualitas tanah serta hutan.
5.) TUNTUTAN PENEGAKKAN SUPREMASI HUKUM
Di bidang hukum terjadi perkembangan yang kontroversi, disatu pihak produk materi hukum pembinaan aparatur, sarana dan prasarana hukum menunjukkan
peningkatan, namun dipihak lain tidak diimbangi dengan peningkatan integritas moral dan profesionalisme aparatur hukum, kesadaran hukum, mutu pelayanan serta tidak adanya kepastian dan keadilan sehingga supremasi hukum belum dapat diwujudkan.
Tuntutan penegak supremasi hukum ini merupakan tantangn bagi penyuluh agama, karena sebagai pendidik agama pada masyarakat, para penyuluh agama harus memikul tanggung jawab untuk menciptakan masyarakat patuh hukum, menjunjung hukum dan keadilan yang berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa, oleh karena itu para penyuluh agama sendiri dituntut untuk memahami berbagai permasalahannya, sehingga dalam pelaksanaan penyuluhan agama dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama tidak kehilangan orientasi khususnya dalam upaya menegakkan supremasi hukum ini.
6.) GOYAHNYA BENTENG ROHANIAH UMMAT
Benteng adalah penghalang yang sengaja atau tidak yang dibuat untuk menahan berbagai serangan dan serbuan, dalam pengertian yang terakhir ini lah benteng yang kita maksud dalam forum ini adalah benteng rohaniyah, yang dibina dalam upaya melindungi umat dari berbagai pengaruh negatif dan godaan dunia yang destruktif.
Benteng rohaniyah ini akan tangguh dan kokoh jika dibina dan dijaga serta diperkuat terus menerus dan sebaliknya benteng tersebut akan goyah dan runtuh jika dibiarkan.
8.) PENYALAHGUNAAN NAPZA DAN PENULARAN PENYAKIT BERBAHAYA.
Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya (NAPZA) baik pada tingkat nasional dan internasional merupakan bentuk ancaman yang semakin nyata. Hal ini menuntut perhatian seluruh bangsa di dunia yang lebih sungguh-sungguh melalui kerja sama yang baik pada tingkat bilateral dan regional, maupun tingkat multi lateral.
Hasil pengamatan menunjukkan, sejak awal kejahatan NAPZA bermula dari sekedar tradisi menjadi Komoditas bisnis dengan keuntungan yang berlipat ganda. Penyalahgunaan NAPZA saat ini telah berkembang manjadi kejahatan yang mamapu menembus bidang politik dan ekonomi global. Hal tersebut karena kejahatan NAPZA telah dikemas dalam suatu organisasi yang ketat menjadi suatu sindikat internasional yang bergerak secara terselubung termasuk budi daya ilegal NAPZA dan mata rantai jaringan distribusi peredaran hingga pada praktek-praktek pemutihan uang.
Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia saat ini telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan, karena hal tersebut telah banyak dilakukan oleh para remaja dan pemuda yang sangat potensial bagi pembangunan bahkan anak dibawah umur sekalipun, lebih ironis lagi para sindikat telah masuk area lokasi pendidikan bahkan masuk di Pondok Pesantren.
Dengan demikian, penyalah gunaan NAPZA telah menjadi ancaman yang serius terhadap sendi-sendi kehidupan dan keimanan pribadi dan masyarakat Indonesia, baik bagi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan bangsa dan negara, terlebih secara geografis Indonesia terletak pada aThe Golden Triangle dan The Golden Cresent sangat rawan sebagai daerah transit dan sasaran peredaran NAPZA.
Bahaya NAPZA dapat menggangu pada :
1. Kehidupan Pribadi
2. Kehidupan Keluarga
3. Kehidupan Sosial kemasyarakatan
4. Keselamatan Bangsa dan Negara
Tantangan lain yang dihadapi adalah munculnya berbagai penyakit berbahaya, termasuk penyakit AIDS.
Senin, 07 September 2009
TEHNIK BERPIDATO
Makalah disampaikan pada Pembinaan Da'i Muda Se-Kab. Banyuwangi
Oleh : Drs. H. Misbah Ahmad, M.Si (Penyuluh Agama Tk. Madya)
B. PIDATO
Untuk menjadi seorang ahli pidato yang mahir dan profesional dapat dicapai melalui beberapa tahapan sbb :
1. Belajar
Kecakapan berpidato di muka umum itu, bukan saja bisa dipelajari, bahkan juga wajib dipelajari. Tentu saja didalam mempelajarinya, ada yang mudah dan cepat berhasil, dan ada pula yang sukar dan lambat berhasil, hal ini dengan sendirinya tergantung individu masing-masing.
2. Berlatih
Kebanyakan mereka yg suka berpidato mengabaikan latihan, karena mereka merasa cukup dan puas dengan kepandaian dan kecakapannya hanya dengan pengalaman berpidato beberapa kali saja, sehingga mereka tiada memerlukan waktu untuk melatih diri. Perasaan yang menganggap enteng kepada latihan adalah sama sekali. Ibarat pisau yang tidak pernah diasah tentu akan tumpul dan sulit untuk digunakan.
3. Berfikir
Disamping memperkaya kata-kata, juga perlu diusahakan memperbesar daya berfikir. Persediaan kata-kata yang banyak tidak mempunyai arti apabila daya berfikir lemah. Adapun cara yang lebih efektif untuk memperbesar daya berfikir adalah dengan jalan banyak membaca dan memahami bacaan-bacaan itu.
4. Persiapan
a. Persiapan Fisik
- Kesehatan; Hendaknya diperhitungkan kesehatan orang yang akan berpidato, mengingat gangguan kesehatan dapat mengganggu konsentrasi pikiran.
- Pakaian; Orang yang akan berpidato hendaknya mengenakan pakaian yang sopan, cocok dan sesuai dengan suasana serta sopan menurut ukuran umum setempat.
- Transport; Apabila tempat penyelenggaraan acara jauh, hendaknya diperhitungkan sungguh2, jangan sampai terlambat tiba ditempat tujuan yang akan menimbulkan kegelisahan para hadirin terutama bagi si pengundang.
b. Persiapan Mental
- Tidak Merasa Rendah Diri
- Ikhlas
- Jangan Memperlihatkan Kekurangan dan Kelemahan
c. Persiapan Teknis
Seseorang yang berpidato dituntut, agar terlebih dahulu menguasai masalah yang akan disampaikan, termasuk dalil-dalil yang akan diketengahkan untuk memperkuat uraiannya. Disamping itu, tidak boleh dilupakan mengenai lamanya waktu yang dipergunakan didasarkan pada situasi dan kondisi yang dihadapinya.
5. Sistematika
a. Bagian Pendahuluan
- Berisikan puji syukur, dan keterangan pembukaan dari masalah/topik yg hendak di utarakan.
b. Bagian Batang Tubuh
- Berisikan uraian-uraian yg dikuatkan oleh dalil2 yg berhubungan, ditopang oleh fakta dan sejarah dan merupakan sumbangan utama dari orang yang berpidato
c. Bagian Kesimpulan dan Penutup
- Berisikan mengingat pokok pikiran, disimpulkan, diiringi harapan dan do’a serta permohonan maaf
6. Gaya dan Langgam Berpidato
Langgam Agama
- Langgam agama mempunyai suara yg terkadang naik dan kemudian menurun dengan gaya ucapan yg lambat dan ceremonis. Pada umumnya dipakai khotib, muballigh, kyai saat berkhutbah.
Langgam Agitator
- Langgam Agitator dikemukakan secara agresif dan terbanyak digunakan di dalam pertemuan-pertemuan/rapat-rapat umum, yg bersifat propaganda politis.
c. Langgam Conversatie
- Langgam Conservatie merupakan langgam yg paling bebas, jelas, tenang dan terang, dimana pemakaiannya yg paling tepat dalam pertemuan-pertemuan/ rapat2 yang sifatnya terbatas.
d. Langgam Didaktik
- Langgam yg sifatnya mendidik para pendengar, yg dipakai para guru terhadap siswanya waktu mengajar, atau dipakai waktu memberikan ceramah.
e. Langgam Sentimentil
- biasanya dipakai secara efektif dan banyak berguna didalam sidang umum dengan jalan mengemukakan kupasan-kupasan yg penuh perasaan.
f. Langgam Statistik
- umumnya terlihat pada pembicara yg membaca naskah dengan menggunakan angka2. Tepat digunakan dihadapan cerdik pandai/para ahli.
Langgam Teater
- Langgam pidato yg penuh dgn gaya mimiek seperti yg dilakukan oleh pemegang peranan dipanggung sandiwara.
7. Gaya dan Gerak
- Gaya dan gerak berbicara dikala berpidato adalah suatu hal yang penting dan patut mendapat perhatian, sama pentingnya seperti tekanan suara yang menaik dan menurun menurut keadaan. Pada hakekatnya gaya dan gerak tangan itu merupakan pertanda pengucap ucapan, tetapi sebaiknya janganlah dilakukan dengan dipaksa atau dibuat-buat. Apalagi hal ini digunakan terlalu banyak, kelihatannya akan menggelikan.
8. Situasi - Situasi/keadaan pertemuan juga merupakan faktor penting bagi suksesnya berpidato. Pembicara yg berpidato tanpa mengindahkan situasi, baik waktu berpidato (sore, malam, pagi) ataupun sifat pertemuan itu sendiri berakhir dengan kurang memuaskan atau mengalami kegagalan, oleh karena usaha dan tenaga yang diberikan tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh.
9. Suara
- Suara yang dipakai hendaknya yang nyaring, terang dan tenang. Disamping itu suara yg dipakai hendaknya disesuaikan dengan keadaan ruangan, apakah memakai loud speaker/tidak, apakah ruangan itu menggema/tidak. Untuk memperoleh suara yg nyaring, tenang dan terang dapat dilatih dengan jalan membaca setiap hari dengan memperhatikan setiap tekanan kata-kata serta tanda-tanda bacaan disetiap kalimat sebaik mungkin.
10. Penyesuaian Langgam pengucapan pidato hendaknya senantiasa disesuaikan dgn keadaan milliu pertemuan dan hadirin yg ada.
11. H u m o r
Seseorang yg mempunyai kepandaian luar biasa untuk berpidato tidak akan melupakan unsur-unsur yg menggembirakan didalam isi pidatonya. Humor merupakan obat mujarab untuk memulihkan kembali situasi tegang kepada situasi biasa, asalkan penggunaannya dipakai secara bijaksana dan penempatannya diletakkan dengan layak.
12. Perbandingan
Selain daripada humor, maka sbg alat untuk mempopularitaskan pembicaraan adalah dgn cara mengemukakan sejarah, cerita-cerita lama, dongeng-dongeng sebagai pembanding/sebagai contoh.
Oleh : Drs. H. Misbah Ahmad, M.Si (Penyuluh Agama Tk. Madya)
B. PIDATO
Untuk menjadi seorang ahli pidato yang mahir dan profesional dapat dicapai melalui beberapa tahapan sbb :
1. Belajar
Kecakapan berpidato di muka umum itu, bukan saja bisa dipelajari, bahkan juga wajib dipelajari. Tentu saja didalam mempelajarinya, ada yang mudah dan cepat berhasil, dan ada pula yang sukar dan lambat berhasil, hal ini dengan sendirinya tergantung individu masing-masing.
2. Berlatih
Kebanyakan mereka yg suka berpidato mengabaikan latihan, karena mereka merasa cukup dan puas dengan kepandaian dan kecakapannya hanya dengan pengalaman berpidato beberapa kali saja, sehingga mereka tiada memerlukan waktu untuk melatih diri. Perasaan yang menganggap enteng kepada latihan adalah sama sekali. Ibarat pisau yang tidak pernah diasah tentu akan tumpul dan sulit untuk digunakan.
3. Berfikir
Disamping memperkaya kata-kata, juga perlu diusahakan memperbesar daya berfikir. Persediaan kata-kata yang banyak tidak mempunyai arti apabila daya berfikir lemah. Adapun cara yang lebih efektif untuk memperbesar daya berfikir adalah dengan jalan banyak membaca dan memahami bacaan-bacaan itu.
4. Persiapan
a. Persiapan Fisik
- Kesehatan; Hendaknya diperhitungkan kesehatan orang yang akan berpidato, mengingat gangguan kesehatan dapat mengganggu konsentrasi pikiran.
- Pakaian; Orang yang akan berpidato hendaknya mengenakan pakaian yang sopan, cocok dan sesuai dengan suasana serta sopan menurut ukuran umum setempat.
- Transport; Apabila tempat penyelenggaraan acara jauh, hendaknya diperhitungkan sungguh2, jangan sampai terlambat tiba ditempat tujuan yang akan menimbulkan kegelisahan para hadirin terutama bagi si pengundang.
b. Persiapan Mental
- Tidak Merasa Rendah Diri
- Ikhlas
- Jangan Memperlihatkan Kekurangan dan Kelemahan
c. Persiapan Teknis
Seseorang yang berpidato dituntut, agar terlebih dahulu menguasai masalah yang akan disampaikan, termasuk dalil-dalil yang akan diketengahkan untuk memperkuat uraiannya. Disamping itu, tidak boleh dilupakan mengenai lamanya waktu yang dipergunakan didasarkan pada situasi dan kondisi yang dihadapinya.
5. Sistematika
a. Bagian Pendahuluan
- Berisikan puji syukur, dan keterangan pembukaan dari masalah/topik yg hendak di utarakan.
b. Bagian Batang Tubuh
- Berisikan uraian-uraian yg dikuatkan oleh dalil2 yg berhubungan, ditopang oleh fakta dan sejarah dan merupakan sumbangan utama dari orang yang berpidato
c. Bagian Kesimpulan dan Penutup
- Berisikan mengingat pokok pikiran, disimpulkan, diiringi harapan dan do’a serta permohonan maaf
6. Gaya dan Langgam Berpidato
Langgam Agama
- Langgam agama mempunyai suara yg terkadang naik dan kemudian menurun dengan gaya ucapan yg lambat dan ceremonis. Pada umumnya dipakai khotib, muballigh, kyai saat berkhutbah.
Langgam Agitator
- Langgam Agitator dikemukakan secara agresif dan terbanyak digunakan di dalam pertemuan-pertemuan/rapat-rapat umum, yg bersifat propaganda politis.
c. Langgam Conversatie
- Langgam Conservatie merupakan langgam yg paling bebas, jelas, tenang dan terang, dimana pemakaiannya yg paling tepat dalam pertemuan-pertemuan/ rapat2 yang sifatnya terbatas.
d. Langgam Didaktik
- Langgam yg sifatnya mendidik para pendengar, yg dipakai para guru terhadap siswanya waktu mengajar, atau dipakai waktu memberikan ceramah.
e. Langgam Sentimentil
- biasanya dipakai secara efektif dan banyak berguna didalam sidang umum dengan jalan mengemukakan kupasan-kupasan yg penuh perasaan.
f. Langgam Statistik
- umumnya terlihat pada pembicara yg membaca naskah dengan menggunakan angka2. Tepat digunakan dihadapan cerdik pandai/para ahli.
Langgam Teater
- Langgam pidato yg penuh dgn gaya mimiek seperti yg dilakukan oleh pemegang peranan dipanggung sandiwara.
7. Gaya dan Gerak
- Gaya dan gerak berbicara dikala berpidato adalah suatu hal yang penting dan patut mendapat perhatian, sama pentingnya seperti tekanan suara yang menaik dan menurun menurut keadaan. Pada hakekatnya gaya dan gerak tangan itu merupakan pertanda pengucap ucapan, tetapi sebaiknya janganlah dilakukan dengan dipaksa atau dibuat-buat. Apalagi hal ini digunakan terlalu banyak, kelihatannya akan menggelikan.
8. Situasi - Situasi/keadaan pertemuan juga merupakan faktor penting bagi suksesnya berpidato. Pembicara yg berpidato tanpa mengindahkan situasi, baik waktu berpidato (sore, malam, pagi) ataupun sifat pertemuan itu sendiri berakhir dengan kurang memuaskan atau mengalami kegagalan, oleh karena usaha dan tenaga yang diberikan tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh.
9. Suara
- Suara yang dipakai hendaknya yang nyaring, terang dan tenang. Disamping itu suara yg dipakai hendaknya disesuaikan dengan keadaan ruangan, apakah memakai loud speaker/tidak, apakah ruangan itu menggema/tidak. Untuk memperoleh suara yg nyaring, tenang dan terang dapat dilatih dengan jalan membaca setiap hari dengan memperhatikan setiap tekanan kata-kata serta tanda-tanda bacaan disetiap kalimat sebaik mungkin.
10. Penyesuaian Langgam pengucapan pidato hendaknya senantiasa disesuaikan dgn keadaan milliu pertemuan dan hadirin yg ada.
11. H u m o r
Seseorang yg mempunyai kepandaian luar biasa untuk berpidato tidak akan melupakan unsur-unsur yg menggembirakan didalam isi pidatonya. Humor merupakan obat mujarab untuk memulihkan kembali situasi tegang kepada situasi biasa, asalkan penggunaannya dipakai secara bijaksana dan penempatannya diletakkan dengan layak.
12. Perbandingan
Selain daripada humor, maka sbg alat untuk mempopularitaskan pembicaraan adalah dgn cara mengemukakan sejarah, cerita-cerita lama, dongeng-dongeng sebagai pembanding/sebagai contoh.
Langganan:
Postingan (Atom)